TOP ADS

88 Personel Polri Dimutasi, Ini Alasan di Baliknya

88 Personel Polri Dimutasi, Ini Alasan di Baliknya

Sebanyak 70 personel di antaranya promosi, dan 21 personel naik pangkat. Karopenmas sebut langkah ini untuk mempercepat respons terhadap dinamika masyarakat.

berisikebaikan.com – 04-10-2026 — Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto telah melakukan mutasi terhadap 88 Pati dan Pamen Polri dalam keputusan yang tertuang di Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 70 personel mendapatkan promosi atau menduduki jabatan baru, sementara 21 personel lainnya mendapatkan kenaikan tingkat kepangkatan serta penyesuaian jenjang jabatan.

Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir mengatakan bahwa rotasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari kebutuhan organisasi, pembinaan karier, dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian. “Mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Hal ini dilakukan sesuai kebutuhan organisasi sekaligus sebagai bagian dari pembinaan karier dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian,” ujar Isir dalam keterangannya, Sabtu (3/10/2026).

Keputusan Cepat untuk Respons Cepat

Kecepatan gerak Kapolri dalam melakukan perombakan menjadi sorotan. Hanya dua hari setelah dilantik menggantikan Jenderal Listyo Sigit, Kapolri sudah memutasi kemudian melantik pejabat Polri.

TOP ADS

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan bahwa pergantian sejumlah pejabat di lingkungan Polri diharapkan dapat mempercepat respons institusi terhadap dinamika dan tantangan yang dihadapi masyarakat. “Artinya kecepatan sesuai dengan ekspektasi masyarakat terhadap dinamika yang dibutuhkan masyarakat terhadap Polri, ini juga salah satunya untuk menjawab tantangan masyarakat,” kata Trunoyudo ditemui di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (3/10/2026) malam.

Menurut Trunoyudo, Kapolri menekankan pentingnya kehadiran Polri di tengah-tengah masyarakat. Prinsip “Polri bersama masyarakat” menjadi salah satu hal yang ditekankan dalam pelaksanaan tugas kepolisian. “Di mana Bapak Kapolri menekankan bagaimana kehadiran Polri di tengah-tengah masyarakat, Polri bersama masyarakat, maka kesempatan ini juga akan membuat dinamika juga semakin cepat sesuai dengan ekspektasi masyarakat,” kata dia.

Jabatan Strategis yang Berganti

Mutasi kali ini menyasar 14 jabatan Pejabat Utama (PJU) Mabes Polri. Sejumlah jabatan strategis yang berganti di antaranya Irwasum Polri, Kabaintelkam, Kabareskrim, Kabaharkam, hingga Kadiv Propam. Selain jajaran PJU Mabes Polri, sejumlah jabatan Kapolda juga mengalami pergantian.

Trunoyudo mengatakan, dari mutasi yang tertuang dalam Surat Telegram Kapolri tersebut, sebanyak 27 pejabat akan menjalani prosesi serah terima jabatan (sertijab) dan pelantikan pada malam itu. Sebanyak 25 pejabat akan mengikuti sertijab. Mereka terdiri dari sejumlah pejabat utama (PJU) Mabes Polri dan Kapolda.

TOP ADS

Sementara itu, dua pejabat lainnya akan dilantik langsung oleh Kapolri, yakni Astamarena dan Korspripim. “Jadi seluruh pejabat utama Mabes yang masuk di dalam Surat Telegram pada nomor 2205, dan juga beberapa Kapolda. Yang di sini ada 25 saya sebutkan sebagai sertijab, itu termasuk PJU dan Kapolda,” ujar Trunoyudo.

Pantauan Kompas.com, para pejabat yang akan mengikuti prosesi tersebut mulai berdatangan ke Gedung Rupatama Mabes Polri sekitar pukul 18.00 WIB.

Memberi Ruang bagi Dinamika Organisasi

Rotasi dan mutasi jabatan merupakan hal yang lazim dalam organisasi Polri. Langkah ini dilakukan untuk menyegarkan struktur kepemimpinan dan memberikan kesempatan bagi personel untuk mengembangkan karier.

Dengan perombakan kali ini, Polri diharapkan semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Kecepatan dalam mengambil keputusan strategis menjadi sinyal bahwa institusi kepolisian siap beradaptasi dengan cepat menghadapi tantangan dan dinamika yang terus berubah.

TOP ADS

Sumber: Kompas.com

TOP ADS
TOP ADS