Dengan pembacaan QS. Ali Imran 103–105, santri binaan LAZ Zakat Sukses membuka HRD OPZ Forum 2026 yang fokus pada pengembangan SDM amil.
berisikebaikan.com – 06-10-2026 — Pembukaan HRD OPZ Forum 2026 oleh santri binaan LAZ Zakat Sukses menegaskan salah satu pesan inti gerakan zakat: membina manusia yang siap menghadapi masa depan. Forum yang digelar pada 6–7 Oktober 2026 di éL Hotel Jakarta ini dimulai dengan pembacaan QS. Ali Imran ayat 103–105 oleh Mario Sakha Putra, santri dari Rumah Tahfidz Sukses (RTS) Subulunnajjah, Depok. HRD OPZ Forum 2026 mengangkat tema “Learning to Lead, Growing to Serve,” menandai fokus pembahasan pada transformasi sumber daya manusia (SDM) amil zakat.
Mario Sakha Putra merupakan santri binaan di bawah LAZ Zakat Sukses yang aktivitas pendidikannya di Rumah Tahfidz Sukses (RTS) Subulunnajjah, Cimanggis, Depok. Ia mendapat kepercayaan membuka forum yang menjadi ajang pimpinan dan praktisi HRD organisasi pengelola zakat (OPZ), serta menghadirkan narasumber dari kementerian, lembaga keuangan syariah, organisasi zakat nasional, praktisi HR, dan konselor profesional.
Pembukaan oleh santri binaan ini bukan sekadar seremoni, tapi membawa pesan kuat. Gerakan zakat melalui forum seperti HRD OPZ tidak hanya berfokus pada penghimpunan dan pendistribusian dana. Lebih jauh, zakat juga berperan membangun karakter dan kompetensi generasi penerus yang berlandaskan nilai-nilai keislaman. Makna QS. Ali Imran ayat 103–105 yang dibacakan Mario menegaskan pentingnya persatuan, menyeru kebaikan, serta menghindari perpecahan. Konteks ini sangat relevan terhadap situasi SDM amil di Indonesia yang kini dituntut profesionalisme, adaptasi, dan kompetensi tinggi untuk menghadapi perubahan dunia kerja.
Forum ini digelar selama dua hari sejak 6 Oktober 2026, menjadi sarana belajar bersama bagi pemimpin dan HRD OPZ. Peserta diajak untuk memikirkan masa depan SDM amil: mulai dari penyusunan standar kompetensi, memahami karakter generasi berbeda di tempat kerja, pengembangan kepemimpinan, hingga membangun budaya belajar berkelanjutan.
Keberadaan Mario sebagai santri yang mendapat kesempatan membuka forum mencerminkan bahwa investasi zakat pada pendidikan dan pembinaan generasi telah menjadi bagian ekosistem zakat nasional. Dari penguatan di tingkat rumah tahfidz sampai tampil di forum strategis nasional, seluruh proses ini adalah bukti nyata kelangsungan proses pembinaan sumber daya manusia dalam gerakan zakat.
Topik yang diangkat forum bukan hanya respons terhadap kebutuhan hari ini, tetapi juga mengarah pada kesiapan menghadapi perkembangan berikutnya. Terdapat tantangan penting bagi seluruh pelaku OPZ: apakah sudah siap menghadapi perubahan dan mampu menyiapkan SDM amil yang adaptif, profesional, serta visioner untuk masa depan?
Sejumlah narasumber dijadwalkan hadir, termasuk perwakilan dari Kementerian Ketenagakerjaan RI, Kementerian Agama, Forum Zakat, institusi keuangan syariah, serta praktisi pendidikan dan HR nasional, untuk mendiskusikan praktik terbaik transformasi SDM amil di Indonesia.
Kehadiran Mario Sakha Putra serta penguatan pesan QS. Ali Imran dalam forum ini merupakan wajah investasi jangka panjang gerakan zakat: membentuk generasi yang mampu menjaga persatuan dan menghadirkan kebaikan. Seperti tertulis dalam referensi, “Zakat bukan hanya tentang memberi manfaat hari ini, tetapi juga tentang menyiapkan manusia yang mampu membawa kebaikan di masa depan.”
Pembinaan generasi dan transformasi SDM amil akan terus menjadi perhatian utama dalam setiap forum serupa ke depannya, seiring perubahan tantangan pengelolaan zakat nasional.