Aktor senior sekaligus sutradara, Rano Karno, secara terbuka mengakui bahwa perkembangan kecerdasan buatan atau AI di industri kreatif, khususnya perfilman, merupakan sebuah keniscayaan yang tidak dapat dihindari. Menyikapi fenomena ini, Rano Karno tidak hanya pasrah, melainkan berupaya aktif untuk memahami dan memanfaatkan potensi **AI film** dalam produksi karya-karyanya di masa depan. Pernyataan ini mencerminkan adaptasi yang dilakukan insan perfilman terhadap teknologi yang terus berkembang pesat.
Rano Karno, yang dikenal luas melalui perannya sebagai “Si Doel”, menegaskan bahwa resistensi terhadap teknologi AI bukanlah pilihan bijak. Menurutnya, sudah saatnya para pegiat seni, termasuk dirinya, membuka diri terhadap inovasi yang dibawa oleh kecerdasan buatan. “AI ini memang tidak bisa kita hindari. Mau tidak mau, suka tidak suka, pasti terjadi,” ujar Rano Karno, seperti dikutip dari Tribunnews.com. Sikap proaktif ini menunjukkan visi ke depan dalam menghadapi lanskap perfilman yang terus berubah. Ia melihat **pemanfaatan AI** sebagai peluang, bukan ancaman.
Integrasi **AI film** ke dalam proses produksi menjanjikan berbagai terobosan, mulai dari tahap pra-produksi hingga pasca-produksi. Rano Karno sendiri sedang menjajaki bagaimana teknologi ini dapat diadaptasi untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas karyanya.
Dengan demikian, **Rano Karno** berusaha mencari celah agar **AI** dapat