Jakarta – Isu kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali menjadi sorotan serius di Indonesia. Mengingat frekuensi kejadian yang terus berulang dan dampak destruktifnya, anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKS, Ateng Sutisna, secara tegas mendesak Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Raja Juli Antoni, untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penanganan Karhutla. Bahkan, Ateng tidak segan meminta Raja Juli Antoni mundur dari jabatannya jika pembenahan tidak berhasil dilakukan.
Desakan ini muncul sebagai respons atas kegagalan sistemik dalam mengatasi Karhutla yang terus menghantui berbagai wilayah di Indonesia setiap tahun. Ateng Sutisna menyoroti bahwa masalah Karhutla bukan hanya tentang pemadaman api, melainkan juga pencegahan yang efektif dan penegakan hukum terhadap pelaku. “Setiap tahun kita dihadapkan pada masalah yang sama. Ini menunjukkan ada yang salah dalam strategi pencegahan dan penanganan Karhutla,” ujar Ateng.
Ia menambahkan, keberlanjutan Karhutla tidak hanya merugikan ekologi, tetapi juga ekonomi dan kesehatan masyarakat. Asap Karhutla seringkali menyebabkan gangguan pernapasan dan aktivitas penerbangan, serta merusak citra Indonesia di mata internasional.
Dalam pernyataannya, Ateng Sutisna menekankan pentingnya evaluasi komprehensif terhadap seluruh kebijakan dan implementasi di lapangan terkait Karhutla. Menurutnya, evaluasi harus mencakup aspek pencegahan, penanggulangan, hingga rehabilitasi pasca-Karhutla.