TOP ADS

Siswa Kelas II SD Pemalang Meninggal, Polisi Autopsi

Siswa Kelas II SD Pemalang Meninggal, Polisi Autopsi

Korban berusia 8 tahun menjalani perawatan selama sembilan hari sebelum meninggal. Polisi melakukan autopsi dan mendalami dugaan kekerasan di sekolah.

berisikebaikan.com – 04-10-2026 — Muhammad Hasbi Al Aqib, siswa kelas II SD Negeri 1 Kebondalem, Pemalang, Jawa Tengah, meninggal dunia pada Rabu (30/9/2026) sore saat hendak dibawa ke rumah sakit untuk kedua kalinya. Korban berusia 8 tahun telah menjalani perawatan selama sembilan hari di RSUD dr. M. Ashari Pemalang sejak Kamis (17/9/2026).

Tim Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Jawa Tengah melakukan autopsi terhadap jenazah korban untuk mengetahui penyebab kematian. Kasat Reskrim Polres Pemalang, AKP Faizal Wildan, menyatakan bahwa polisi masih mendalami kasus tersebut.

“Pagi ini kami sudah melakukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban,” ucap Faizal Wildan.

TOP ADS

Kronologi Perawatan dan Pengakuan Korban

Ibu korban, Diah Indriyanti, mengatakan anaknya mengeluhkan sakit pada bagian perut sebelum menjalani perawatan. Pada awal perawatan, korban belum menceritakan apa yang dialaminya. Namun, setelah beberapa hari dirawat, korban akhirnya mengaku kepada keluarga bahwa dirinya diduga mengalami pemukulan oleh tiga kakak kelas di sekolahnya.

Sebelum meninggal dunia, korban sempat menunjukkan orang-orang yang diduga melakukan kekerasan terhadap dirinya. Diah baru mengetahui dugaan kekerasan tersebut dari informasi ibu-ibu lain dan kemudian melakukan klarifikasi ke pihak sekolah.

“Saya baru tahu itu kemarin-kemarin, tadi ibu-ibu bilang katanya Aqib memang dipukul oleh kakak kelas. Saya dan suami sudah klarifikasi ke sekolah dan ternyata pihak sekolah tidak share di grup sekolah, baru share semalam setelah Aqib pulang,” kata Diah.

Respons Pemerintah Kabupaten Pemalang

Pemerintah Kabupaten Pemalang menyatakan telah menerima informasi mengenai dugaan tindak kekerasan di SD Negeri 1 Kebondalem. Pelaksana Tugas Bupati Pemalang Nurkholes menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menoleransi kekerasan di lingkungan sekolah dan akan melakukan evaluasi.

TOP ADS

“Yang jelas pemerintah tidak menolerir adanya bullying atau perundungan dan kita harap kejadian ini yang terakhir,” ujar Nurkholes.

Proses Penyelidikan dan Pemakaman

Polisi masih mendalami kasus ini, termasuk mencari informasi untuk memastikan rangkaian peristiwa yang dialami korban sebelum meninggal dunia. Proses autopsi dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab pasti kematian Muhammad Hasbi Al Aqib.

Setelah proses autopsi selesai, jenazah korban dimakamkan pada Kamis sore. Keluarga berharap polisi mengusut secara tuntas dugaan kekerasan yang dialami korban selama berada di lingkungan sekolah.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak, terutama pengelola lembaga pendidikan, untuk memastikan lingkungan sekolah aman bagi setiap anak. Hasil autopsi dan investigasi polisi akan menjadi kunci untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi pada Muhammad Hasbi Al Aqib.

TOP ADS

Sumber: www.inews.id

TOP ADS
You might also like
Ramadan 2025: TADABBUR Menginspirasi, Amalan Terasah

Ramadan 2025: TADABBUR Menginspirasi, Amalan Terasah

Smart Sukses School Gelar Pembekalan Bahasa dan Magang ke Jepang, Buka Peluang Karier Internasional untuk Siswa

Smart Sukses School Gelar Pembekalan Bahasa dan Magang ke Jepang, Buka Peluang Karier Internasional untuk Siswa

TOP ADS